Jakarta – IHSG dinilai sudah jauh lebih baik sehingga
diharapkan dapat bertahan Kamis (13/6/2013) untuk bisa kembali ke jalur
positifnya. Sebelas saham jadi pilihan. Apa saja?
Pada perdagangan Rabu (12/6/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
)
ditutup menguat 87,94 poin (1,91%) ke posisi 4.697,884. Intraday
terendah 4.510,98 dan tertinggi 4.697,884. Volume perdagangan dan nilai
total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell sebesar
Rp2,16 triliun dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan
transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, meskipun investor asing masih dalam posisi jualan namun, sudah mulai terbatas. “Terlihat dari posisi minus IHSG yang berkurang jauh dari posisi sebelumnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Sudah rendahnya posisi harga sejumlah saham, menurut Reza, membuat pelaku pasar mulai menyicil akumulasi saham meskipun masih dalam jumlah yang terbatas. “Sentimen yang menghantui pasar pun juga masih sama seperti sebelum-sebelumnya di mana ketidakjelasan penentuan waktu penaikan harga BBM, merosotnya nilai tukar rupiah, turunnya nilai cadangan devisa dan sentimen negatif lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, posisi bursa saham Asia yang masih memerah juga menahan laju IHSG. “Akan tetapi, seiring dengan pembukaan bursa saham Eropa yang positif mampu membuat IHSG ikut menghijau,” papar dia.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Kamis (13/6/2013) IHSG berada pada support 4.500-4.535 dan resistance 4.745-4.780. “Indeks berpola menyerupai piercing line di bawah lower bollinger bands (LBB),” katanya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih turun dengan histogram negatif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal meski masih di area oversold. “Sempat target support kami, 4.525-4.593 ditembus namun, bisa kembali naik dan bertengger diantara target support dan resistance kami 4.593-4.792,” ujarnya.
Meskipun belum mengkonfirmasi kenaikan signifikan untuk selanjutnya, Reza menjelaskan, setidaknya laju IHSG sudah jauh lebih baik. “Diharapkan laju positif ini dapat bertahan Kamis ini sehingga IHSG bisa kembali ke jalur positifnya,” tandas dia.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan sebelas saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Ciputra Development (CTRA), trading buy dengan support Rp1.140-1.180, resistance Rp1.360-1.400, dan target harga Rp1.390. “Ladder bottom. Stochastic upreversal,” ungkap Reza.
PT Modern Land Realty (MDLN), trading buy dengan support Rp930-950, resistance Rp1.050-1.080, dan target harga Rp1.060. “Piercing line di LBB,” tegas dia.
PT Bank Tabungan Negara (BBTN), trading buy dengan support Rp1.220-1.250, resistance Rp1.350-1.360, dan target harga Rp1.360. “RSI mencoba upreversal,” tuturnya.
PT Total Bangun Persada (TOTL), trading buy dengan support Rp1.100-1.140, resistance Rp1.280-1.300, dan target harga Rp1.290. “Bullish engulfing di atas LBB,” ucapnya.
Saham-saham lainnya, PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran Rp310-385, trading buy selama di atas Rp320; PT Hero Supermarket (HERO) dalam kisaran Rp3.875-4.025, trading sell jika Rp3.950 gagal bertahan;
PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp15.350-16.500, trading buy selama di atas Rp16.250; PT Kimia Farma (KAEF) dalam kisaran Rp820-960, trading buy selama di atas Rp920;
PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp (INKP) dalam kisaran Rp1.190-1.350, trading buy selama di atas Rp1.300; PT Dyandra Media International (DYAN) dalam kisaran Rp320-380, trading buy selama di atas Rp340; dan PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp2.200-2.625, trading buy selama di atas Rp2.525.
Pada perdagangan Rabu (12/6/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, meskipun investor asing masih dalam posisi jualan namun, sudah mulai terbatas. “Terlihat dari posisi minus IHSG yang berkurang jauh dari posisi sebelumnya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Sudah rendahnya posisi harga sejumlah saham, menurut Reza, membuat pelaku pasar mulai menyicil akumulasi saham meskipun masih dalam jumlah yang terbatas. “Sentimen yang menghantui pasar pun juga masih sama seperti sebelum-sebelumnya di mana ketidakjelasan penentuan waktu penaikan harga BBM, merosotnya nilai tukar rupiah, turunnya nilai cadangan devisa dan sentimen negatif lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, posisi bursa saham Asia yang masih memerah juga menahan laju IHSG. “Akan tetapi, seiring dengan pembukaan bursa saham Eropa yang positif mampu membuat IHSG ikut menghijau,” papar dia.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Kamis (13/6/2013) IHSG berada pada support 4.500-4.535 dan resistance 4.745-4.780. “Indeks berpola menyerupai piercing line di bawah lower bollinger bands (LBB),” katanya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih turun dengan histogram negatif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal meski masih di area oversold. “Sempat target support kami, 4.525-4.593 ditembus namun, bisa kembali naik dan bertengger diantara target support dan resistance kami 4.593-4.792,” ujarnya.
Meskipun belum mengkonfirmasi kenaikan signifikan untuk selanjutnya, Reza menjelaskan, setidaknya laju IHSG sudah jauh lebih baik. “Diharapkan laju positif ini dapat bertahan Kamis ini sehingga IHSG bisa kembali ke jalur positifnya,” tandas dia.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan sebelas saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Ciputra Development (CTRA), trading buy dengan support Rp1.140-1.180, resistance Rp1.360-1.400, dan target harga Rp1.390. “Ladder bottom. Stochastic upreversal,” ungkap Reza.
PT Modern Land Realty (MDLN), trading buy dengan support Rp930-950, resistance Rp1.050-1.080, dan target harga Rp1.060. “Piercing line di LBB,” tegas dia.
PT Bank Tabungan Negara (BBTN), trading buy dengan support Rp1.220-1.250, resistance Rp1.350-1.360, dan target harga Rp1.360. “RSI mencoba upreversal,” tuturnya.
PT Total Bangun Persada (TOTL), trading buy dengan support Rp1.100-1.140, resistance Rp1.280-1.300, dan target harga Rp1.290. “Bullish engulfing di atas LBB,” ucapnya.
Saham-saham lainnya, PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran Rp310-385, trading buy selama di atas Rp320; PT Hero Supermarket (HERO) dalam kisaran Rp3.875-4.025, trading sell jika Rp3.950 gagal bertahan;
PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp15.350-16.500, trading buy selama di atas Rp16.250; PT Kimia Farma (KAEF) dalam kisaran Rp820-960, trading buy selama di atas Rp920;
PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp (INKP) dalam kisaran Rp1.190-1.350, trading buy selama di atas Rp1.300; PT Dyandra Media International (DYAN) dalam kisaran Rp320-380, trading buy selama di atas Rp340; dan PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp2.200-2.625, trading buy selama di atas Rp2.525.

إرسال تعليق